<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<slims:resultInfo>
<slims:modsResultNum>1</slims:modsResultNum>
<slims:modsResultPage>1</slims:modsResultPage>
<slims:modsResultShowed>10</slims:modsResultShowed>
</slims:resultInfo>
<mods version="3.3" ID="195">
<titleInfo>
<title>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya implementasi
kebijakan tentang aksesibilitas fasilitas umum bagi penyandang disabilitas.
Berdasarkan latar belakang penelitian, peneliti merumuskan masalah sebagai
berikut:</title>
<subTitle>1. Bagaimana Implementasi Kebijakan Aksesibilitas Fasilitas Umum Bagi
Penyandang Disabilitas di Kecamatan Lengkong Kota Bandung ?
2. Faktor – faktor apa saja yang menjadi penunjang dan penghambat
Implementasi Kebijakan Aksesibilitas Fasilitas Umum Bagi Penyandang
Disabilitas di Kecamatan Lengkong Kota Bandung ?
3. Upaya – upaya apa saja yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota
Bandung dalam Implementasi Kebijakan Aksesibilitas Fasilitas Umum?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori implementasi
kebijakan dari Charles Jones yang meliputi organisasi, interpretasi (penafsiran),
dan aplikasi (penerapan). Berlandaskan pada pendekatan teori tersebut, peneliti
merumuskan proposisi sebagai berikut :
1. Implementasi Kebijakan Penyandang Disabilitas Tentang Aksesibilitas
Fasilitas Umum dapat berjalan optimal apabila melaksanakan organisasi,
interpretasi dan aplikasi (penerapan) dalam proses pelaksaan mengacu
pada pedoman dan teknis aksesibilitas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi
partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Tentang
Penyandang Disabilitas khususnya Aksesibilitas Fasilitas umum yang
dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung belum optimal, dengan
indikasi-indikasi; Minimnya Alokasi dana, sumber daya pelaksana hingga saat ini
belum memadai, kurangnya kesadaran masyarakat yang menyalahgunakan dalam
memanfaatkan fasilitas umum.
.</subTitle>
</titleInfo>
<name type="personal" authority="">
<namePart>RD.RESTU DWIBAGJA KUSUMAYUDHA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<identifier type="isbn"></identifier>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">BANDUNG</placeTerm></place>
<publisher>ILMU PEMERINTAHAN FISIP UNLA</publisher>
<dateIssued>2018</dateIssued>
</originInfo>
<slims:image>COVER.jpg.jpg</slims:image>
</mods>
</modsCollection>