Record Detail Back
ANALISIS PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM KASASI TERHADAP PELAKU PENGANIAYAAN DENGAN MENYEBABKAN KEMATIAN YANG TERINDIKASI SUAP SEBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PUTUSAN PADA TINGKAT PERTAMA
Penelitian ini membahas pengaruh suap terhadap independensi hakim
dalam memutus perkara kasasi tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan
kematian, dengan studi kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1466 K/Pid/2024
terhadap terdakwa Gregorius Ronald Tannur. Kasus ini menjadi sorotan publik
setelah terdakwa diputus bebas pada tingkat pertama oleh hakim yang kemudian
terbukti menerima suap, dan akhirnya dijatuhi pidana oleh Mahkamah Agung.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Mahkamah Agung
mempertimbangkan adanya suap sebagai faktor pemberat dalam menjatuhkan
hukuman pada tingkat kasasi, serta bagaimana suap dapat mengganggu
independensi kekuasaan kehakiman. Penelitian ini menggunakan metode yuridis
normatif dengan pendekatan pada perpustakaan, peraturan perundang-undangan
dan putusan pengadilan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam putusan kasasi, Mahkamah
Agung tidak menjadikan praktik suap terhadap hakim tingkat pertama sebagai
pertimbangan pemberat bagi terdakwa. Padahal, integritas dan independensi
hakim adalah unsur fundamental dalam sistem peradilan, dan pengabaian terhadap
fakta suap berpotensi merusak legitimasi putusan serta menurunkan kepercayaan
publik terhadap lembaga peradilan. Penelitian ini menegaskan pentingnya
penegakan etika dan moralitas hakim serta perlunya reformasi sistem pengawasan
terhadap praktik suap dalam peradilan pidana.
APA Citation
Aroli. (2024).ANALISIS PERTIMBANGAN PUTUSAN HAKIM KASASI
TERHADAP PELAKU PENGANIAYAAN DENGAN
MENYEBABKAN KEMATIAN YANG TERINDIKASI SUAP
SEBAGAI FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PUTUSAN
PADA TINGKAT PERTAMA.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd






