MEIDYA VALERINA; " />
Record Detail Back

XML

PENERAPAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DITINJAU BERDASARKAN ASPEK VIKTIMOLOGI


Penelitian ini membahas mengenai penerapan sanksi rehabilitasi terhadap
pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika ditinjau berdasarkan aspek
viktimologi. Permasalahan yang berkaitan dengan kejahatan narkotika di Indonesia
tidak hanya berdampak pada individu penggunanya, tetapi juga menimbulkan
dampak sosial, ekonomi, dan psikologis bagi masyarakat luas. Dalam perspektif
viktimologi, pelaku perlindungan narkotika dipandang bukan semata-mata sebagai
pelaku kejahatan, tetapi juga sebagai korban dari penyalahgunaan narkotika itu
sendiri. Oleh karena itu, penulis bertujuan untuk menganalis mengenai penerapan
sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan
Implementasi aspek viktimologi dalam penerapan sanksi rehabilitasi terhadap
pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif. Pendekatan yuridis
normatif adalah metode penelitian hukum yang berfokus pada studi peraturan
perundang-undangan, teori, dan konsep hukum untuk menganalisis hukum positif
yang berlaku terkait dengan penerapan sanksi rehabilitasi terhadap pelaku tindak
pidana penyalahgunaan narkotika ditinjau berdasarkan aspek viktimologi.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan sanksi
rehabilitasi sejalan dengan tujuan viktimologi, yaitu memberikan perlindungan,
pemulihan, dan pemenuhan hak bagi korban, serta mencegah timbulnya korban
baru dalam masyarakat meskipun dalam proses penerapannya masih ditemukan
beberapa kendala seperti dalam hal regulasi, kurangnya fasilitas tempat rehabilitasi
dan stigma buruk dari masyarakat terhadap penyalah guna narkotika. Implementasi
aspek viktimologi dalam penerapan sanksi rehabilitasi terhadap penyalah guna
narkotika merupakan kebijakan hukum yang tepat. Data empiris menunjukkan
bahwa ribuan penyalah guna telah direhabilitasi setiap tahun, baik melalui lembaga
negara maupun yayasan swasta. Praktik rehabilitasi seperti di Pondok Inabah
menunjukkan bahwa aspek spiritual dan mental juga mendapat perhatian serius
dalam proses pemulihan korban. Meski menghadapi berbagai kendala seperti
stigma sosial, keterbatasan fasilitas, dan tingginya biaya, namun arah kebijakan ini
sudah sesuai dengan semangat perlindungan korban yang menjadi inti dari
viktimologi.
MEIDYA VALERINA - Personal Name
NONE
Text
INDONESIA
HUKUM UNLA
2025
BANDUNG
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
MEIDYA VALERINA. (2025).PENERAPAN SANKSI REHABILITASI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DITINJAU BERDASARKAN ASPEK VIKTIMOLOGI.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd