<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4085">
<titleInfo>
<title>ANALISIS PERBANDINGAN PENERAPAN 
HUKUMAN DALAM KASUS KEKERASAN 
SEKSUALTERHADAP ANAK BERDASARKAN 
UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2016 
TENTANG PERLINDUNGAN 
ANAK</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yona Nabila Ramadhani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">BANDUNG</placeTerm></place>
<publisher>HUKUM UNLA</publisher>
<dateIssued>2025</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">INDONESIA</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent></extent>
</physicalDescription>
<note>Anak merupakan generasi penerus bangsa yang berhak mendapatkan 
perlindungan hukum demi menjamin kelangsungan hidup, tumbuh, dan 
berkembang secara layak sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28B ayat (2) UUD 
1945 serta diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang 
Perlindungan Anak. Namun, realitas menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual 
terhadap anak, baik berupa pencabulan maupun persetubuhan, masih tinggi di 
Indonesia dan menimbulkan dampak fisik maupun psikologis yang serius bagi 
korban. Meskipun regulasi telah memperberat sanksi terhadap pelaku, praktik 
peradilan menunjukkan adanya disparitas dalam penerapan hukuman, di mana 
vonis hakim tidak selalu sejalan dengan tingkat keseriusan perbuatan. Berangkat 
dari kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan 
penerapan hukuman dalam kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di 
bawah umur berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, serta 
mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan putusan hakim. 
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi 
deskriptif analitis. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh 
melalui studi kepustakaan, meliputi bahan hukum primer berupa peraturan 
perundang-undangan, risalah resmi, dan putusan pengadilan, serta bahan hukum 
sekunder berupa literatur dan publikasi ilmiah terkait. Analisis data dilakukan 
secara kualitatif melalui penyusunan narasi yang sistematis untuk menggambarkan 
perbandingan penerapan hukuman dan mengidentifikasi faktor-faktor dominan 
dalam disparitas putusan. 
Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan hukuman dalam Putusan 
Nomor 19/Pid.Sus/2023/Pengadilan Negeri Baubau (pencabulan) dan Putusan 
Nomor 63/Pid.Sus/2023/Pengadilan Negeri Purwodadi (persetubuhan dengan 
paksaan), yaitu sama-sama dijatuhi pidana penjara lima tahun, meskipun terdapat 
perbedaan signifikan dalam tingkat keseriusan perbuatan, jumlah pelaku, serta 
dampak terhadap korban. Hal ini disebabkan oleh ketentuan Pasal 81 dan Pasal 82 
UU Perlindungan Anak yang menetapkan pidana minimal lima tahun tanpa 
mempertimbangkan gradasi perbuatan. Oleh karena itu, diperlukan pedoman 
pemidanaan khusus yang menekankan faktor pemberat dan peringan, optimalisasi 
pidana tambahan, serta pertimbangan dampak psikologis korban agar perlindungan 
anak lebih maksimal dan keadilan dapat diwujudkan secara proporsional</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository Universitas Langlangbuana Sistem Repository Elektronik Skripsi, Tesis, Desertasi dan Penelitian Dosen Universitas Langlangbuana</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">AA 210160</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="27909" url="" path="/Cover Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">cover</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27910" url="" path="/Pernytaan keaslian Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">PERNYATAAN KEASLIAN</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27911" url="" path="/Abstrak Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">ABSTRAK</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27912" url="" path="/Daftar Isi Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27913" url="" path="/1.Bab I Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27914" url="" path="/2.Bab II Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27917" url="" path="/5.Bab V Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="27918" url="" path="/Daftar Pustaka Yona Nabila Ramadhani.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image>Cover_Yona_Nabila_Ramadhani.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>4085</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2026-04-28 10:56:29</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2026-04-28 10:57:12</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>