<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2346">
<titleInfo>
<title>PERANCANGAN RUMAH SUSUN SEWA
DI BOJONGLOA KALER KOTA BANDUNG  
Dengan Pendekatan Arsitektur Modular
Menggunakan Teknologi Pre-Cast</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Nasrulloh Sidkin Aliya</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">BANDUNG</placeTerm></place>
<publisher>TEKNIK ARSITEKTUR UNLA</publisher>
<dateIssued>2023</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">INDONESIA</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>BAIK</extent>
</physicalDescription>
<note>(1,2)
Nasrulloh Sidkin Aliya 
(1)
 , Inne Yuwinarsih., Ir., MT. 
 Universitas Langlangbuana, Fakultas Teknik, Program Studi Arsitektur
 
(2)
Tingginya kepadatan penduduk kota Bandung beriringan degan kebutuhan
hunian yang semakin banyak namun tidak sejalan dengan lahan kosong yang
tersedia. Hal ini menjadikan nilai jual-beli lahan hunian semakin tinggi
sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang tidak mampu untuk membeli
lahan hunian, kemudian masyarakat yang berpenghasilan rendah ini pada
akhirnya mendirikan bangunan ilegal di bantaran sungai.  
Menurut Data BPS (Badan Pusat Statistik) Tahun 2021, Bojongloa Kaler
merupakan salah satu kawasan padat penduduk dengan rasio kepadatan
penduduk sebanyak 39.337 jiwa/km2, terpadat di Kota Bandung. Fenomena
kepadatan penduduk yang terjadi di Bojongloa Kaler ini mesti diselesaikan
dengan serius, salah satunya ialah dengan melakukan pembangunan Rumah
Susun Ekonomis sehingga dapat berdampak kepada terbukanya lahan di
kawasan padat penduduk serta menyelesaikan persoalan kebutuhan hunian
masyarakat bagi kelas ekonomi menengah ke bawah. 
Menurut UU No.20 Tahun 2011, Rumah Susun adalah “Bangunan
bertingkat yang dibangun..dalam suatu lingkungan yang terbagi dalam bagianbagian..yang

distrukturkan secara fungsional,..baik dalam arah horizontal
maupun vertikal.  Rumah susun ekonomis adalah salah satu cara untuk menekan
besarnya nilai ekonomi dari sebuah proses konstruksi, salah satunya ialah
melalui pemanfaatan metode konstruksi modular dan pemanfaatan material
ekonomis. Kaidah-kaidah  sistem modular, yakni dengan penciptaan ruang yang
mengacu kepada modul-modul material pabrik seperti misalnya penggantian
material penyekat ruang dalam hunian dengan partisi yang memiliki tinggi 2.4
meter (setinggi plafon) yang juga mengacu kepada ukuran pabrikasi material
sehingga dapat mereduksi nilai ekonomi sebuah konstruksi dikarenakan beban
struktur dengan panel-panel modular relatif lebih ringan</note>
<subject authority=""><topic>Kepadatan Penduduk, Rumah Susun, Konstruksi Modula</topic></subject>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn"></identifier><location>
<physicalLocation>Repository Universitas Langlangbuana Sistem Repository Elektronik Skripsi, Tesis, Desertasi dan Penelitian Dosen Universitas Langlangbuana</physicalLocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">TA 170037</numerationAndChronology>
<sublocation>My Library</sublocation>
<shelfLocator></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="14180" url="" path="/Cover Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">COVER</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14181" url="" path="/Lembar Pengesahan Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">LEMBAR PENGESAHAN</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14182" url="" path="/Abstrak Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">ABSTRAK</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14183" url="" path="/Daftar Isi Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR ISI</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14184" url="" path="/1.BAB I Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">BAB I</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14185" url="" path="/2.BAB II Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">BAB II</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14188" url="" path="/5.BAB V Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">BAB V</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14189" url="" path="/Daftar Pustaka Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">DAFTAR PUSTAKA</slims:digital_item>
<slims:digital_item id="14190" url="" path="/Lampiran Nasrulloh Sidkin Aliya.pdf" mimetype="application/pdf">LAMPIRAN</slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier>2346</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 14:55:00</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-12-05 14:55:59</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>