DERA NADISA; " />
Record Detail Back

XML

PELAKSANAAN PEMBAYARAN UPAH PEKERJA RUMAH TANGGA DALAM PERJANJIAN KERJA YANG DILAKUKAN SECARA TERTULIS MAUPUN SECARA LISAN DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 5 PERMENAKER RI NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH TANGGA


Pekerja Rumah Tangga (PRT) adalah orang yang bekerja pada orang
perseorangan dalam rumah tangga untuk melaksanakan pekerjaan kerumahtanggaan dengan menerima upah dan/ atau imbalan dalam bentuk lain.Majikan memberikan kepercayaan dan tanggung jawab kepada pekerja rumah tangga untuk melaksanakan tugas sesuai perintah majikan atas perjanjian kerja yang telah disetujui kedua belah pihak. Adanya perjanjian kerja menimbulkan suatu perikatan yang disebut sebagai hubungan kerja. Perjanjian kerja PRT diatur dalam Pasal 11 Permenaker RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga disebutkan bahwa PRT mendapatkan upah sesuai perjanjian, namun pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan perjanjian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan pembayaran upah pekerja rumah tangga (PRT) dalam perjanjian kerja secara tertulis maupun secara lisan berdasarkan Pasal 5 Permenaker RI Nomor 2 Tahun 2015, serta untuk mengetahui dan menganalisis upaya penyelesaian bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) apabila majikan tidak memberikan upah sesuai kesepakatan dalam perjanjian kerja secara tertulis maupun secara lisan.
Metode penelitian yang di gunakan adalah dengan pendekatan yuridis
normatif dan empiris bersumber dari data sekunder, penelitian ini dilengkapi
dengan penelitian yuridis empiris untuk mengungkapkan kebenaran mengenai
realisasi ketentuan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Penelitian ini
menerapkan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang diterapkan
yakni studi kepustakaan, dan lapangan. Analisis data menggunakan metode
kualitatif yaitu menggambarkan dan menganalisis permasalahan berdasarkan
Permenaker RI Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
Hasil dari penelitian ini di ketahui bahwa, pelaksanaan dalam perjanjian
tertulis maupun lisan terdapat ketidaksesuaian dalam memberikan upah dimana
PRT mendapatkan upah lebih rendah atas apa yang telah disepakati oleh PRT dan
pengguna seperti berkurangnya nominal gaji setiap bulannya disebabkan
ketidakpuasan majikan ketika PRT melakukan pekerjaan maupun ketika PRT
melakukan kesalahan dalam bekerja. Pengurangan upah yang sengaja dilakukan
oleh pengguna mengakibatkan kerugian pada PRT dan melanggar perjanjian yang
telah disepakti. Dalam menyelesaikan perselisihan pelaksanaan pembayaran upah
pada perjanjian kerja secara terulis maupun lisan, PRT dan majikan melakukan
upaya penyelesaian permasalahan upah yang diselesaikan dengan cara melalui
mediasi atau musyawarah kekeluargaan. Hasil dari mediasi atau musyawarah
tersebut mencapai perdamaian dengan sepakat untuk mengganti rugi atas
kurangnya gaji yang diberikan dan tidak mengulangi perlanggaran atas perjanjian
yang dibuat baik secara tertulis maupun lisan sehingga tidak ada pihak yang
dirugikan.
DERA NADISA - Personal Name
NONE
Text
INDONESIA
HUKUM UNLA
2023
BANDUNG
LOADING LIST...
LOADING LIST...
APA Citation
DERA NADISA. (2023).PELAKSANAAN PEMBAYARAN UPAH PEKERJA RUMAH TANGGA DALAM PERJANJIAN KERJA YANG DILAKUKAN SECARA TERTULIS MAUPUN SECARA LISAN DIHUBUNGKAN DENGAN PASAL 5 PERMENAKER RI NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERLINDUNGAN PEKERJA RUMAH TANGGA.(Electronic Thesis or Dissertation). Retrieved from https://localhost/etd